This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 29 September 2021

Kementraian Ketenagakerjaan Membiayai Pelatihan Bagi KWT Sri Handayani Kedunggede Banyumas

BANYUMAS| portal-indonesia.com, Untuk membangkitkan semangat dan pemberdayakan masyarakat dalam rangka penanggulangan Covid-19, Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia memberikan bantuan berupa peralatan dan bahan serta pembiayaan untuk pelatihan pembuatan Kerupuk dan Roti kering kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Handayani yang berlokasi di Desa Kedunggede, Banyumas Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 22-23 April 2021.

  “Pada tahun lalu kami (KWT) juga telah mendapakan pelatihan pembuatan Kerupuk yang dibiayai oleh dana Desa. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan terdahulu yang alhamdulilah hasilnya sudah bisa rasakan oleh anggota KWT, sedangkan peserta pelatihan saat berjumlah 25 orang ” beber Yatiningsih selaku Ketua KWT

 Lebih lanjut di katakan untuk mendapatkan bantuan tersebut, KWT mengajukan proposal kepada Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang di bantu oleh pemerintah Desa Kedunggede.

 Sebetulnya pengajuan proposal di ajukan tahun lalu, tetapi baru bisa terlaksana pelatihan tahun ini mengingat masih wabah covid-19 tidak boleh untuk kumpul-kumpul, dan kebetulan Desa Kedunggede baru zona hijau jadi baru bisa di laksanakan pelatihan saat ini.

 Selain olahan potensi yang ada di kwt adalah budidaya tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan, semua anggota diwajibkan menanam sayuran terutama cabai karena untuk memberi contoh bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

 Tetapi yang paling menarik adalah, anggota kami saat membudidayakan tanaman hias aglonema hampir sebagian masyarakat di Desa Kedunggede saat ini membudidayakan tanaman hias aglonema.

 Karena tanaman hias aglonema disaat pandemi Covid-19 seperti ini cukup menarik dan banyak diminati oleh masyarakat, mungkin mereka banyak diam dirumah sehingga asik dengan tanaman hias.

 Harapan KWT, kedepan supaya tetap di beri bimbingan dan dukungan baik oleh Pemerintah Desa maupun, Penyuluh Pertanian maupun oleh dinas-dinas terkait supaya kami tetap berjalan dan tambah maju.

 Dalam kesempatan yang sama Budi Santoso, S.P selaku Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Banyumas merangkap Wilayah Binaan Desa Kedunggede menyampaikan

“ Bahwa ini adalah kegiatan yang sangat positif  yang perlu kita dukung, karena kwt mendapat dukungan yang cukup, baik dari Kementrian, Pemerintah Kabupaten, Kecamatan bahkan dari Desa serta Penyuluh.

 Mudah-mudahan ketrampilan ini akan memberi nilai tambah serta peluang usaha bagi anggota KWT yang saat ini ikut berlatih dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi keluarganya”.(sugi)

 

Share:

Minggu, 26 September 2021

Plt Bupati Banyumas Beserta Komandan Kodim 0701 Panen Padi Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Marsudi Among Tani Desa Dawuhan

 

BANYUMAS – Plt Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan bersama Komandan Kodim 0701 Banyumas Letkol Erwin Eka Gita S.IP, Kepala Dinas Pertanian, dan Forum Pimpinan Kecamatan Banyumas melakukan panen padi perlakuan organik Kamis (8/3) di lahan milik Kelompok Tani Marsudi Among Tani Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas.

Ketua kelompok tani Sarijo mengatakan bahwa pihaknya, melakukan penanaman padi dengan perlakuan organik pada lahan 10 Ha. 5 Ha dengan perlakuan organik 50 persen masih menggunakan pupuk kimia non pestisida, sedangkan 5 Ha lainya ortaganik dengan menggunakan 100 % pupuk organik non pestisida.

“Budidaya padi organik atau bebas dari zat kimia, katanya merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh kelompoknya, setelah mendapat pelatihan dari dana desa,” katanya.

Budidaya tersebut menerapkan sistem pertanian organik berdasarkan dengan inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo dua berbanding satu, umur benih kurang 21 hari, jumlah benih tiga sampai empat batang per rumpun.

Menurutnya pelan namun pasti kelompoknya akan melakukan budidaya padi oragnik di sisa lahan lain kurang lebih masih 13 Ha yang belum organik.  Hal itu diakibatkan semakin berkurangnya kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk kimia, dan juga adanya kesulitan mendapatkan pupuk kimia diwaktu tertentu. Sehingga tidak ada ketergantungan, karena pupuk dan obat dibuat sendiri.

“Yang pasti kegiatan ini ramah lingkungan, aman, lebih enak dan sehat,” kata Sarijo

Sarijo mengatakan keberhasilan penanaman padi oragnik ini tak terlepas dari binaan berbagai pihak, antara lain dinas pertanian melalui PPL, Babinsa Koramil Banyumas dan Pemerintah Desa Dawuhan

Dandim 0701 Banyumas Letkol Erwin Eka Gita saat memberi sambutan mengatakan bahwa TNI ikut hadir ditengah-tengah petani, karena MOU dengan Menteri pertanian 3 tahun yang lalu. Dimana untuk meningkatkan produksi pertanian harus ada upaya khusus yang meliputi penanaman padi, jagung dan kedelai.

“TNI tidak hanya perang saja, tetapi untuk menjaga ketahanan negara tidak hanya dengan kekuatan militer, tetapi harus dilandasi dengan ketahanan panga. Apa jadinya apabila suatu negara terjadi kekurangan bahan makanan,” katanya

Sedangkan Plt Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan mengatakan petani organik merupakan pejuang pembangunan pertanian dan kesehatan, karena telah menghasilkan pangan yang bergizi dan aman bagi kesehatan.

Untuk dapat menerapkan budidaya organik dibutuhkan perjuangan dan contoh nyata agar petani yang lain mengikuti kegiatan yang sama. Karena hasilnya pasti akan lebih baik karena harga lebih mahal.

“Saya berharap, kelompok tani Dawuhan menjadi contoh petani lain, untuk dapat melakukan budidaya padi organik,” katanya

Bupati juga mengajak para petani, agar mengikuti asuransi petani. Hal ini untuk mengantisipasi gagal panen yang diakibatkan berbagai hama, dan juga bencana alam.

“Akhir ini banyak hama tanaman padi. Walaupun dulu sudah ada VUTW, nyatanya tumbuh wereng baru yang merusak tananman padi.” tambahnya

Share:

Definition List

Unordered List

Support